Menurunkan berat badan merupakan salah satu langkah pertama untuk melindungi atau mengobati sindrom ini.
Para peneliti dari Universitas Ulm, Jerman, menemukan bahwa peningkatan protein pada pola makan akan mengurangi faktor-faktor resiko sindrom metabolise tersebut.
Penelitian melibatkan 110 orang obesitas dengan sindrom metabolisme yang secara acak dibagi ke dalam dua kelompok dan dijalankan selama satu tahun. Selama tiga bulan pertama fase penurunan berat badan, mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi diinstruksikan untuk mengikuti menu diet dengan kandungan protein dua kali diet normal.
Mereka juga mengganti dua kali makan sehari dengan shake protein pengganti makanan yang diujicobakan dalam penelitian ini. Kelompok lainnya diinstruksikan untuk mengkonsumsi protein dalam jumlah standar/normal dengan pola makan biasa, tidak mengkonsumsi shake protein sebagai pengganti makanan.
Hasil yang lebih signifikan adalah penemuan diakhir penelitian bahwa 64% dari mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi tak lagi masuk ke dalam kriteria penderita sindrom metabolism. Bandingkan dengan hanya 41% dari kelompok dengan jumlah asupan protein standar.
"Kami tahu bahwa penurunan atau menurunkan berat badan akan memperkecil faktor resiko sindrom metabolisme," kata Marion Flechtner-Mors, Ph.D. salah satu pelaku penelitian ini dan ketua Kelompok Riset Obesitas di Universitas Ulm.
Dia juga menemukan